May 10, 2012
Keluargaku dan Upin-Ipin
Adik : Mah, nanti kalo Upin-Ipin main kesini, nanti kalo nginep di rumah, Aku, Teh Upi, Teh Nurul, sama A Ishal tidur sama upin ipin yah?
Mama : Trus Mama sama siapa tidurnya?
Adik : Sama Opa
Mama: Kalo Papa?
Adik : Papa ya sama Kak Ros
Mama : Wah, enakan papa atuh.
hahahaha adikku, kamu ngangenin!
May 10, 2012
"Tenang saja, saya sudah terbiasa dibohongi. Saya tidak akan marah, karena bukan saya yang merugi."

May 9, 2012
hijab and me :): Shalat Dhuha Shalatnya Orang-Orang Yang Bertaubat

islamdiaries:

Ustadz Abdul Kholiq

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang setia mengikutinya…

May 8, 2012
Integritas

Integritas, dimana seseorang bisa dipercaya karena ia mengatakan sesuatu yang sesuai dengan tindakannya.

Tak bisa seperti itu? Jangan harap Anda akan dipercaya.

_mutiaraPLA

Rabbanaa aatinaa milaadunka rohmatawwahayyi’lanaa min amrinaa rosyadaa..

(QS.Al Kahfi :10)

Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.

Aamiin

April 24, 2012
Bijak dalam Kejelasan

Kau tau? seringkali kekecewaan disebabkan adanya hati yang baik dan tulus, namun ternyata salah dipahami.

kau tau? seringkali kemarahan dan kekesalan datang karena ketidakpastian dan tanpa penjelasan kebenaran kebaikan

kau tau? seringkali kesedihan datang karena ketidaktahuan akan makna kebahagiaan yang akan ditemui di kehidupan selanjutnya

kau tau? seringkali kesepian datang dari hatimu yang tak ingin membuka pintu bagi orang lain yang sudah siap mengetuk pintu dan berada bersamamu

kau tau? seringkali prasangka buruk disebabkan dari hati yang tulus, namun telah salah diketahui

Ya, don’t judge the book by the cover. Jangan kecewa, marah, kesal, sedih, kesepian, dan berprasangka buruk bila masih dalam ketidakjelasan.

“Lihat segalanya…

lebih dekat..

dan kau bisa menilai..

lebih bijaksana…”

-Sherina

April 16, 2012
Layang-layang

Layang layang yang ku sayang
Layang layang yang ku sayang
Jauh tinggi sekali melayang layang

Layang layang benang panjang
Layang layang benang panjang
Ku tarik kencang sekali putus di tangan

Reff :
Layang layang layang layang yang ku sayang
Jauh tinggi melayang akhirnya jatuh di hutan
Benang panjang benang panjang ikut melayang
Hancur lebur berantakan karena datangnya hujan

by:koesplus

Dulu, waktu masih bersergaram merah putih, Saya suka main layang-layang. Tentunya, mainan ini biasanya bersifat musiman. Setidaknya di tempat saya tinggal. Sebenarnya saya sangat suka bermain dan tidak pernah memilih-milih jenis permainan, seperti anak kecil lainnya. Sepak bola, bulu tangkis, sepeda, rumah-rumahan, masak-masakan, sekolah-sekolahan, SEGA, PlayStation, Nintendo, dan mainan-mainan lainnya. Semua mainan itu pun tidak terlepas dari peran ayah dan ibu saya.

Khusus untuk layang-layang, ayah saya ahlinya. Biasanya saya langsung iri kalau ada teman lain yang sudah punya layang-layang dan ia mainkan di depan rumah saya. Ya, di depan rumah saya ada lapangan kecil, ukurannya seperti ukuran lapangan futsal. Seperti pusat, kegiatan apapun yang diadakan di kompleks, sering sekali dilakukan di depan rumah saya, termasuk bermain layang-layang.

Kalau sudah banyak layang-layang yang menghiasi langit, saya langsung merengek ingin dibelikan juga. Kalau sudah dibelikan, saya pasti tidak sabar untuk segera memainkannya. Dengan bermodal memperhatikan teman laki-laki yang sudah berhasil menaikkan layangannya dengan tinggi, saya langsung meminta bantuan teman saya memegangi layangan saya. meminta ia berlari sambil membawa layangan tersebut agar saya bisa menariknya dan menerbangkan layangan. Kalau tidak berhasil, saya akan menarik layangan saya sambil berlari. Ternyata, layangan saya malah rusak terseret dan tergores jalanan. Hehe

Kalau sudah seperti itu, saya pasti mengeluh pada ayah saya. Meminta beliau menerbangkan layangan saya sampai langit.  Ayah saya tidak menolak. Ia langsung keluar dan mengajak saya bermain layang-layang. Menyuruh saya berdiri jauh dari beliau sambil memegangi layangan sementara beliau yang memegang talinya. Sambil menaikkan layang-layang, ayah saya menginstruksikan detail bagaimana cara menerbangkan layang-layang dengan baik, begitu pun menjaganya agar tetap terbang di langit. Ah, indah  dan bahagia sekali rasanya kalau layang-layang sudah berada di atas langit. Melenggak – lenggok ke kanan dan ke kiri mengikuti arah angin. Mengulur talinya agar ia semakin tinggi. Menghindar dari kejaran layang-layang lain agar tidak diadu.

Berkali-kali saya dan ayah saya main layang-layang. Ya, saya tidak pernah bermain layang-layang tanpa beliau. Karena saya belum pernah benar-benar menaikkan layang-layang. Masih ingat iklan minuman soda, kalau mau angin biar layang-layangnya terbang, maka harus bersiul memanggil angin. Nah, hal itupun saya lakukan. Dari saya yang tidak bisa bersiul, lalu ayah ajarkan saya bersiul, agar bisa memanggil angin. Dan akhirnya saya pun pintar bersiul. Namun beliau tetap mengingatkan saya untuk tidak bersiul sembarangan. Kata orang sunda, pamali buat perempuan.

Layang-layang yang saya mainkan bersama beliau beragam bentuknya. Dari yang bentuknya simple dan kecil, berukuran besar dan bergambar burung, bentuk bintang besar, dan lain sebagainya. Oh ya, saya dan ayah saya sangat senang kalau layang-layang itu punya buntut. Katanya, semakin panjang buntutnya, maka layang-layang bisa terbang lebih bagus lagi. Akhirnya semua layang-layang pasti saya berikan buntut yang panjang. Saya buat dari kertas koran yang digunting dan direkatkan dengan selotip bening. Layang-layang kecil dan simple biasa saya beli di warung. Layang-layang besar dan bergambar/dilukis burung, dibeli di pinggir jalan raya yang kami lewati kalau mau pergi ke rumah nenek di Sukabumi. Dan Layang-layang bentuk bintang besar berwarna merah dan kuning, itu buatan ayah saya sendiri. Beliau membeli  semua peralatan untuk membuat layang-layang dan merakitnya sendiri. Saat itu dan sampai saat ini saya sangat bangga padanya. Ayah saya bisa membuat layang-layang yang besar.

Dari layang-layang saya banyak belajar. Saya belajar bagaimana cara membuat layang-layang, bahan dan alat yang dibutuhkan, tips-tips agar layang-layang berfungsi dengan baik, tips memilih benang dan bahan layang-layang yang bagus, dan sebagainya.

Selain itu, saya juga belajar untuk kehidupan saya. Saya belajar berlari dan berusaha keras mencapai tujuan. Belajar memanjangkan impian dan usaha untuk kesuksesan lebih tinggi, semakin terulur panjang impian, potensi, dan usaha yang dikeluarkan dari gulungan simpanan maka diri ini akan semakin melesat terbang tinggi. Belajar sabar dan tidak berkelahi ketika sudah sampai di puncak. Belajar untuk tidak menjatuhkan orang lain, tapi sama-sama terbang di atas dan membuat orang lain bangga dan bahagia melihat kita, bahwa banyak orang berhasil di atas sana. Belajar banyak, banyak, dan sangat banyak.

Sekarang, saya sudah dewasa. Sudah lama saya tidak bermain layang-layang. Sudah lama saya hanya jadi penikmat yang hanya mengamati layang-layang terbang tinggi. Setiap saya melihat layang-layang, seolah layang-layang itu tersenyum pada saya. Ah, indahnya :)

Kapan-kapan, saya ingin bermain layang-layang lagi. Ada yang mau bermain bersama saya?? :)

April 15, 2012
Layang-layang

April 15, 2012

Ingin rasanya berbagi kisah padamu

lewat untaian kata-kata yang saling tersambung menjadi kisah penuh makna

namun hati sungguh tak sanggup

namun hati masih hanya ingin kisah ini,

hanya disimpan bersamaNya….

April 9, 2012
"ketika batasan itu diterapkan sesuai dengan yang terbaik dalam pandanganNYA, seseorang di sana juga sedang menjaga batasan itu untukmu, karenaNya..insyaAllah :)"

March 28, 2012
"sudah dewasa, hijab itu bukan dikondisikan oleh lingkungan. Tapi silahkan Anda mengondisikan diri sendiri"

— _mutiaradariPLA_

March 28, 2012
BBM vs Rokok

Demo BBM?

Mending demo masak atau demo penggunaan peralatan canggih.hehe

Demo BBM?

Banyak yang nyeletuk, “kalo harga rokok naik, demo ga? Siapa yang bakal demo”

Apa hubungannya rokok sama BBM? Yang saya tahu, rokok ga boleh deket-deket sama BBM, nanti “DUAARRR!!!” _naudzubillaahimindzaliik..

Menurut saya, rokok sama BBM ga ada hubungannya dengan demo. asa teu nyambung.

Kalau BBM naik, ya otomatis pada demo. Karena itu artinya pengeluaran akan semakin besar. Rakyat ga berpikir berdampak pada hal lain, cuma satu, berdampak pada isi dompet. Ya ga?

Tadi pagi saya lihat acara berita di salah satu televisi swasta. Menurut Menteri Pendidikan, (yang saya tangkap maksudnya) Bahwa kenaikan BBM seharusnya tidak berdampak pada pendidikan. Karena anggaran pendidikan pun akan ditambah. Memberi kesempatan pada menengah ke bawah untuk mendapatkan fasilitas lebih baik.

Tapi, saya masih kasian sama anak-anak yang tidak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Kalau BBM naik, yang tadinya mereka bisa naik angkot, sekarang mereka harus bagaimana? Sementara uang jajan kan belum tentu naik.

Kalau rokok naik, ya orang-orang yang biasanya bisa beli rokok berharga mahal, sekarang beli yang rada murah. Dan makin kesini merk rokok semakin banyak. Menawarkan rasa, harga, dan kualitasnya masing-masing. Beberapa produsen semakin rajin mempromosikan penurunan harga atau penambahan jumlah isi dalam sebungkusnya. Lagipula, yang membuat seseorang merokok kan bukan karena harga ataupun ancaman penyakit. Toh sudah jelas-jelas tercantum dalam bungkusnya. Yang membuat mereka terus merokok ya karena sudah punya kecanduan untuk mengonsumsinya. dan yang namanya kecanduan, ga pikir harga ga pikir dampak. Yang dipikir hanya kenikmatan semata.

Ibarat pecandu narkoba, semahal apapun harganya mereka akan tetap berusaha mengonsumsinya. Sudah dipenjara, sudah sakaw sampai menderita, tapi kalau mereka tidak menyadari bahwa ‘sehat itu indah’, ya tidak akan berhenti.

Kasus lainnya, semakin banyak pengonsumsi rokok. Kalau dulu rokok itu identik dengan kakek-kakek yang memakai pipa. Sekarang merambah menjadi bapak-bapak, Om-om, generasi muda, sampai anak kecil. Kalau dulu rokok itu identik dengan laki-laki, sekarang perempuan pun sudah biasa.

Apa sih yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi rokok?

-seperti pecandu narkoba, pecandu rokok pun butuh terapi

-dukungan orang sekitar itu penting. Tanpa dukungan dari teman, orang tua, istri/suami, adik/kakak, anak, dlsb tidak akan berhasil.

-penyuluhan dan gerakan-gerakan tertentu untuk meningkatkan kesadaran untuk tidak merokok

Ya, yang dihilangkan itu harus penyebabnya. Agar tidak terulang :)

Demo BBM vs Rokok

Allah swt telah menjanjikan rezeki untuk para hamba-hambaNya. Dan tidak akan tertukar. Apapun yang terjadi, yakinlah padaNya Yang Maha Pemberi Rezeki :)

March 28, 2012
"Wanita yang baik tidak menikah hanya sekedar merasa bahwa dia cinta lelakinya, tapi dia memutuskan menerima karena yakin laki-laki tersebut akan bersamanya hingga surga dan mampu mendidik dirinya dan anaknya menjadi manusia surga."

— (via kuntawiaji)

(Source: aiziesharie, via kuntawiaji)

March 27, 2012
celoteh otak #BBM

BBM naik?

katanya sih, bisa mengurangi pengguna motor yang sekarang ini semakin bejibun

katanya sih, biar mengurangi kendaraan2 pribadi yang sekarang ini semakin memenuhi jalan dan parkiran tempat umum

katanya sih, biar makin sedikit yang pakai kendaraan bermotor

katanya sih, biar pada pake kendaraan umum (angkot, bis, dlsb)

Kalo kata saya?

pengguna motor makin banyak, karena beberapa pengguna motor mengatakan bahwa mereka merasa lebih murah pakai motor dibandingkan harus bolakbalik pakai kendaraan umum, karena kendaraan umum ongkosnya naik karena BBM naik

para penjual yang menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadinya dalam mendistribusikan jualannya menaikkan harga barang/ jasa yang dijualnya

para pihak yang beruntung karena BBM naik, bisa membeli dan menambah kendaraan pribadinya dan mereka belum tentu mau pakai kendaraan umum

Jadi?

March 21, 2012
"ISLAM itu mudah ‘dek hanya saja orang masih sering menawar-nawar."

Kak izzah ke saya

(via adenulis)

March 21, 2012
Mencuri

Tadi pagi, saya dan teman saya mendengar ceramah pagi di salah satu statiun televisi swasta, dan ada kalimat yang diucapkan ustadz tersebut, yang membuat saya tertegun…

Dosa yang paling sulit adalah mencuri. Ketika di akhirat nanti, si pencuri akan mencari-cari dimana sang pemilik barang yang ia curi.

Naudzubillaahimindzaliik..semoga kita terjauh dari hal tersebut. aamiin

Liked posts on Tumblr: More liked posts »